Dompu [EDITOR I News] – Terasa petir menyambar ketika orang tua almarhum mendapat kabar bahwa belahan jiwanya dilarikan ke rumah sakit.
Pikiran kalut dan berkecamuk menyelimuti, musibah apa yang menimpa sang buah hati.
Keduanya pun bergegas ke rumah sakit umum Dompu tepatnya di instalasi gawat darurat, tempat dimana anaknya dirawat.
Tangisan langsung pecah setelah keduanya melihat si anak terbaring lesu di atas ranjang dan berlumuran darah.
Petugas jaga IGD yang menangani korban berusaha memberikan pertolongan terbaik agar korban bisa diselamatkan. Namun takdir berkata lain.
Korban menghembuskan napas terakhir sekira pukul 10 tadi malam, Kamis (14/11), innalillahi. Kemudian dikebumikan keesokan hari sebelum sholat Jum’at di TPU Rade Sala, Potu.
Diketahui kepala bagian belakang korban sebelah kanan terkena hantaman benda yang mengakibatkan pendarahan hebat.
Orang tua korban belum mendapatkan cerita detail hal ihwal sampai kepala anaknya bocor yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Peristiwa malam itu belum bisa dipercaya karena baru saja mereka bersama anaknya di Masjid. Tetapi dalam sekejap anaknya harus pergi untuk selamanya menghadap ilahi Rabbi.
Hati kedua orang tua almarhum teriris dan pedih, putra tersayang yang sehari hari periang dan penurut kini tidak lagi bersama mereka. Begitu cepat hilang dari pangkuan ibundanya.
Yasinan 14 November
Sebelum meninggal dunia, almarhum yang sehari hari biasa dipanggil Rais baru saja mengikuti Yasinan bersama di Masjid Syech Abdul Gani, Lingkungan Magenda, Kelurahan Potu, Dompu, Kamis (14/11).
Kegiatan rutin selepas sholat Magrib sembari menunggu waktu Isya yang almarhum ikuti di Masjid samping rumahnya.
Rais rajin ke masjid bersama ayah nya Alamsyah, untuk menunaikan sholat secara berjama’ah, dan tidak pernah ditinggalkannya. Hal yang langka dibandingkan kebanyakan seumurannya.
Almarhum juga rajin mengaji dan membaca surah Yaasin di setiap malam Jum’at bersama teman-teman serta jama’ah sholat lainnya di Masjid.
Rois Ramadhan nama lengkapnya, dikenal periang, sangat baik, pintar bergaul, dan disenangi teman-temannya, baik di kampung maupun di sekolahnya.
Mereka sangat kehilangan atas berpulangnya si sulung pelajar SMP 1 Dompu yang tengah duduk di kelas VII.
Malam nahas
Usai sholat Isya, almarhum pergi jalan-jalan bersama tetangganya, Raka menggunakan sepeda motor.
Singkat cerita, menurut informasi kepolisian, pada hari Kamis, 14 November 2024, sekira pukul 22.00 WITA, awalnya pada saat itu korban sedang berboncengan dengan Raka, menggunakan sepeda motor.